Sunday, July 28, 2013

ickha's room: 25 April 2013,,, Kelabu

ickha's room: 25 April 2013,,, Kelabu: Bapak meninggal di saat aku masing OJT di Banjarmasin... Berita tersebut aku terima dari Linggar pada pukul 05.30 wita, tepat di saat aku...

25 April 2013,,, Kelabu

Bapak meninggal di saat aku masing OJT di Banjarmasin...

Berita tersebut aku terima dari Linggar pada pukul 05.30 wita, tepat di saat aku ingin beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu sholat subuh.

Sampai sekarang, aku masih ingat isi sms tersebut. "Bapak meninggal dunia", sangat singkat tapi langsung merubah seluruh kehidupanku.

Aku gak percaya dengan isi sms tersebut hingga akhirnya aku menelpon Linggar dan mendapati suara adikku di seberang sana sedang menangis histeris. Malam itu memang hanya dia yang menemani bapak di RS.


Sampai sekarang pun terkadang aku masih gak percaya bapak udah pergi untuk selamanya. Mungkin karena di saat aku menninggalkan bapak sebelum ke Banjarmasin, kondisi bapak sudah lebih baik. Walaupun setelahnya aku mendapat kabar bahwa bapak masuk RS lagi karena diare hebat. Dari sejak itu sebenarnya aku sudah mendapat firasat buruk tapi aku coba lupakan firasat tersebut. Beberapa hari sebelum bapak meninggal, aku menelpon bapak, bapak sudah tidak bisa mendengar dan berbicara dengan baik. Firasat itu muncul lagi dan lagi-lagi aku coba untuk lupakan. Hingga hari itu datang...  

Aku menyesal tidak berada di sana saat bapak sakaratul maut, tidak membimbingnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Semuanya bapak lakukan sendirian, bahkan sampai akhir hidupnya pun bapak selalu sendirian. Gak salah kalau keluarga bapak bilang bahwa anak-anaknya lah yang membuat bapak meninggal.

Kami emang salah, terutama aku sebagai anak pertama, gak bisa mencontohkan perilaku yang baik kepada bapak. Sejak perceraian dan pemukulan itu, aku sering nyuekin bapak. Apabila aku kuliah di Bogor dan jarang sekali pulang ke rumah. Kalau pun pulang atau bahkan di saat aku lulus, waktuku banyak kuhabiskan di dalam kamar. Waktu ketemu bapak yang intens emang cuma sabtu-minggu tapi itu gak pernah aku pakai secara maksimal. Pokoknya selama hidupnya, Bapak selalu aku cuekin. Padahal bapak selalu menyediakan waktunya untuk menyelesaikan semua masalahku.

Sakit rasanya ketika Ryan bilang Bapak sering nangis di ruang tamu tiap malam. Aku merasa jadi anak yang sangat durhaka, tidak bisa menemani bapak. Padahal bapak sudah ditinggalkan ibu, orang yang paling dicintainya sampai bapak meninggal. Aku emang anak yang egois, maunya cuma aku aja yang harus diutamakan. Maafkan aku, pak. Aku tau kamu sangat menyayangi aku dan adik-adik, kamu selalu berusaha membahagiakan kami. Bahkan di saat tubuhmu sudah sangat lemah dan kami memintamu untuk cuti atau bahkan pensiun, kamu masih saja mengkhawatirkan kami tidak bisa makan.  

Tadinya lebaran tahun ini aku ingin mengajak bapak dan adik-adik ke Yogyakarta, ke kampung halaman bapak yang sebenarnya dari dulu ingin bapak kunjungi tapi selalu gagal karena uangnya selalu dipakai untuk kebutuhan aku dan adik-adik. Ya, bapak memang selalu mengalah buat kebahagiaan anak-anaknya. Bahkan dia rela tidur di spring bed yang sudah benar-benar rusak.

Lebaran tahun ini, untuk pertama kalinya aku rayakan tanpa kehadiran bapak. Gak ada lagi kehebohan masak opor, rendang dan kacang di malam takbiran. Atau muter-muter keliling Jakarta naik mobil avanza yang biasa bapak bawa. Mulai tahun ini, aku akan selalu merindukan semua kenangan bersama bapakku tercinta. Bapakku yang paling kuat dalam menghidupi anak-anaknya, bapakku yang paling sabar dalam menghadapi semua perilaku jelek anak-anaknya, dan bapakku yang paling setia dengan satu wanita meskipun telah dikhianati.

Selamat jalan Bapak, bahagialah di sisi Allah SWT. Jangan mengkhawatirkan kami lagi, kami di sini baik-baik saja dan akan selalu berdoa buat bapak...



  

Tuesday, July 16, 2013

Hello Kitty Malaysia Is Finally Here Today!

A Super Good News to all Hello Kitty Fans!!
I believe a lot of you girls and guys searching around
where to grab for Hello Kitty products in Malaysia for a really
long time…
And today…
Finally… Hello Kitty Malaysia is here..!
They are selling for Hello Kitty products and tickets for
Sanrio Hello Kitty Town Malaysia through online!
Currently they’re having Hello Kitty Lucky Draw, and you can
have have a chance to win for “Hello Kitty Energy Necklace”
(Value: RM207 each).
If you don’t believe me check it out for yourself here,
while it’s still available:
==> http://www.hellokittymalaysia.com
This special Hello Kitty Lucky Draw is valid for a limited time
only, which it may be taken off completely. Stop reading this now,
and go to the Hello Kitty Malaysia website and get a chance to
win now:
==> http://www.hellokittymalaysia.com
If you’re reading this blog post too late, then you may have missed it.
Don’t leave a comment to complain because there’s nothing I can do.
I DID tell you it’s a limited offer :)

Join Lucky Draw Now

Thursday, September 27, 2012

Lagu Angkatan THH 44


Ciptaan : Julius Johansen Sitanggang

Coba kau pandangi bintang itu
Manakah yang paling indah
Lalu engkau jawab
Tak ada yang indah selain dirimu, sahabatku

Kau buatku selalu tertawa
Hapuskan air mataku
Sehingga tak mampu membuatku tuk jauh

Reff:
Thanks a lot for you my friends
There’s nothing impossible if I with you
I will always to think about you forever

Ingatlah lagu ini teman
Hanya inilah yang dapat kuungkapkan
Walau hanya sebuah lagu tapi satu kata untukmu
I love you… I love you… I love you, your my friend

Saturday, July 21, 2012

ickha's room: Disappointed

ickha's room: Disappointed: H-1 sebelum puasa tok, tok, tok... pintu kamarku tiba-tiba diketuk diiringi dengan suara lantang bapak. "keluar mbak, bapak pengen...

Disappointed

H-1 sebelum puasa

tok, tok, tok... pintu kamarku tiba-tiba diketuk diiringi dengan suara lantang bapak.

"keluar mbak, bapak pengen bicara dengan kalian bertiga", kata bapak. 

dari kata-kata itu, aku tahu pasti akan ada pembicaraan panjang yang berimbas dengan sakitnya hatiku. Sambil keluar kamar, aku berpikir, beberapa hari ini dan sampai sekarang aku tidak melakukan kesalahan apa pun. Ketika aku menuruni tangga untuk menuju ke ruang tamu, akhirnya aku tahu bahwa masalahnya adalah adikku yang paling tua.

Awalnya aku pikir karena dia belum pulang sampai larut malam ini tetapi bapak tidak akan marah besar jika hanya masalah itu yang terjadi. Samar-samar kudengar adikku melakukan tindakan yang fatal, sangat fatal bagiku hingga sampai sekarang aku masih belum percaya mendengarnya.

Adikku yang paling tua sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Sebelum dia datang, bapak menasihati adikku yang paling kecil karena kemarin dia pulang pagi. Seperti biasa, adikku yang satu itu memang tidak pernah sopan kalau bicara. Akhirnya naiklah emosi bapak hingga budehku yang ada di sebelah rumah datang ke rumah kami. Dari situ perasaanku mulai tidak enak. Jujur, aku tidak suka dengan segala pertengkaran karena membuat kepalaku pusing dan dadaku sesak. Belum lagi kalau sampai ada air mata yang keluar. Aku paling anti menitikkan air mata di depan orang lain termasuk juga keluargaku.

Dalam emosi yang masih berkobar itu, tiba-tiba adikku yang paling tua datang. Bapak langsung marah besar dan seketika itu juga mengambil botol pewangi ruangan lalu memukulnya ke badan adikku. Spontan langsung aku halangi dengan tanganku karena aku tidak mau ada yang terluka. Kejadian itu berkali-kali hingga akhirnya bapak melempar botol itu ke arah kaleng biskuit hingga kaleng itu penyok dan isinya keluar mengenai badanku.

Kejadian itu mengingatkanku kembali pada delapan tahun silam, ketika bapak hampir memukulku dengan kursi plastik namun tidak jadi karena dihalangi oleh pembantuku. Kemudian dia mengambil hanger dan memukulku dengan hanger tersebut hingga hanger itu hancur berkeping-keping. Kejadian itu disaksikan oleh adik-adikku namun mereka tidak ada yang maju untuk menolongku. Saat itu badanku tidak sakit tapi hatiku yang sangat sakit karena perilaku adik-adikku. Dulu aku sangat kecewa kepada mereka, mereka lelaki tapi tidak bisa melindungi kakaknya yang perempuan. Itulah sebabnya mengapa dulu aku tega meninggalkan mereka.

Tapi sekarang beda, aku tidak akan membalas perilaku mereka kepadaku saat itu. Aku sangat menyayangi mereka walaupun mereka sering mengecewakanku, sering membuatku menangis setiap malam tetapi aku sangat sayang mereka. Di saat mereka masih kecil, mereka harus ditinggalkan ibu dan hidup dengan bapak yang dulu emosinya masih labil karena kehilangan ibu. Aku lebih beruntung dari mereka karena aku masih bisa mendapatkan kasih sayang hingga usiaku cukup untuk ditinggalkan. Walaupun terkadang aku suka iri dengan teman-temanku yang selalu disediakan sarapan dan bekal oleh ibunya dan selalu hadir di hari-hari yang membutuhkan kehadiran orang tua. Makanya sampai sekarang, aku tidak suka dengan acara kelulusan ataupun acara-acara yang mengharuskan kehadiran orang tua karena hal itu membuatku pusing. 


Bayangkan saja, ketika aku wisuda, aku harus meminta izin kepada suami ibuku agar ibuku bisa datang. Apakah wajar jika seorang anak kandung meminta izin agar ibunya datang menemaninya? Oke, akhirnya aku putuskan untuk minta izin. Setelah itu, aku dipusingkan lagi dengan ibu tidak mau satu mobil dengan bapak. Aku kecewa sekali mendengarnya tapi aku mencoba tersenyum di depan ibu. Sejujurnya, aku tidak mau ikut wisuda karena aku sudah tahu akan pusing begini. Gimana nanti kalau aku nikah? Sepertinya lebih baik aku tidak nikah, karena sampai sekarang pun aku masih belum percaya sama suatu hubungan. 

Sejujurnya, aku sangat kecewa dengan kedua orang tuaku terutama ibuku karena mereka sangat egois. Aku tidak akan pernah bilang kekecewaanku ini kepada kedua adikku, biarlah mereka berpikir dengan insting mereka masing-masing. Sudah banyak kekecewaan yang hanya kusimpan dalam hati dan jika di hati sudah penuh, terkadang aku keluarkan melalui sungai air mata. Bukan karena aku tertutup tetapi karena aku ingin terlihat tegar di depan semua orang, aku ingin memotivasi mereka terutama adik-adikku. Aku tidak mau mereka ikutan stress sepertiku. 





Kalau melihat dari masa lalu, adikku yang paling tua ini memang sangat bandel dari kecil dan sampai sekarang pun sering membuat kecewa seluruh keluarga. Itu memang kejelekannya tetapi aku masih percaya bahwa dia anak yang manis. Walaupun hari ini dia mengecewakanku lagi, sangat mengecewakan tetapi aku akan terus berada di sampingnya. Aku rela mengorbankan semua cita-citaku agar adik-adikku kembali menjadi orang yang lurus. Ya, dari dulu, hidupku ini memang hanya untuk adik-adikku.

ketika kamu kehilangan seseorang, 
kamu tidak bisa lagi menyesal atau bahkan menangis sedih.
satu-satunya cara yang bisa kamu lakukan adalah menjaga sisa-sisa peninggalannya sebaik mungkin.


I can't talk I Love You 
but 
I can Do The Best for you








   

Saturday, May 5, 2012

Kue Lumpur di Sabtu ini

Jam 7 pagi bapak sudah menggedor2 pintu kamarku. Sejujurnya, aku sangat kesal karena aku baru saja ingin memejamkan mataku tetapi bapak malah sudah menyuruhku bangun. Seandainya bapak tau klo beberapa hari ini anaknya tidak bisa tidur semalaman, masa gak kliatan c dari mataku? tapi y sudahlah, aku sedang malas bernegosiasi pagi ini. dengan langkah gontai, aku berdiri menuju kmar mandi lalu meneteskan vitamin mata agar mataku tidak lelah dan tentunya supaya aku tidak pusing kemudian pingsan di dapur budeh yang keadaannya sekarang pasti seperti kapal pecah (semua jenis masakan dan bahan2na berdesak-desakan dsna).

aku masih menenangkan diri di ruang tamu rumahku sampai bapak menelpon untuk segera ke rumah budeh. sambil mencoba menenangkan emosi, aku pergi ke rumah budeh. seperti biasa, aku tidak pernah lewat pintu depan tapi selalu lewat jendela samping karena itu pintu masuk yang paling dekat dengan rumahku dan pastinya lewat situ lebih praktis (gak heran pas di asrama TPB IPB, aku selalu lewat jendela) ;p

dengan wajah kusut, aku sampai di dapur rumah budeh dan langsung diejek baru bangun tidur sama kakak sepupu. langsung saja aku bilang klo aku belum tdr, dengan nada ketus. ibu2 yg menyapaku pun tidak aku hiraukan (jahatna diriku ni, maaf y ibu). 

melihat kdatanganku, mba' wiwit lgsg mmanggilku dan aku pun langsung mendekatinya. dia menyuruhku untuk memotong dadu suatu bahan masakan. karena aku tidak mmakai kacamata jadi aku bertanya padanya itu apa sambil mendekati mataku ke bahan itu. melihat ekspresiku yg lgsg syok, budeh pun sadar klo bahan itu adalah bahan yg paling aku takuti dan dia langsung menyuruhku bantu mba' dian masak kue lumpur ja. Alhamdulillah, aku selamat dari marabahaya. tau gak bahan itu apa? bahan itu adalah seekor ayam yang masih keliatan dengan jelas kulitnya, Alhamdulillah tadi aku gak sempet ngeliat kepalanya.

dari sinilah petualanganku bersama kue lumpur dimulai. awalnya aku pikir aku cuma masuk2in kue ke cup tapi tiba2 mba' dian harus ke pasar buat beli barang2 yang kurang. tanpa pesan apapun, aku yang masih awam ini disuruh masak kue lumpur. daripada pusing2, aku langsung tanya aja ke budeh&mba' wiwit ttg gmn caranya tau klo kue itu sudah matang dan kapan memasukkan kismis di atasnya. otre, masalah kismis c gampang karena tinggal cemplungin aja ke bagian atas kue lumpur itu. masalah pertama selesai, tinggal masalah yang kedua. dengan perasaan dag dig dug duer daia, pelan2 aku mencongkel bagian samping kue tersebut untuk melihat bagian bawahnya sudah matang atau belum. setelah matang, aku harus berhati2 mengeluarkan seluruh bagian kue tersebut dari loyang agar tidak hancur. percobaan pertama c aku menjatuhkannya tapi Alhamdulillah kue itu gak ancur. sebenarnya aku diselamatkan karena kue lumpur itu berbahan dasar kentang jadi tidak mudah hancur.

kue lumpur dari kentangnya udah banyak jadi budeh menyuruhku untuk memasak kue lumpur dari ubi ungu/uwi. aku paling suka sama kue lumpur ini karena ubi ungu itu menyehatkan dan bagus buat penderita diabetes (bapakku terkena diabetes), selain itu warnanya ungu sesuai dengan warna favoritku ^^ awalnya aku pikir mudah untuk memasak kue lumpur dari ubi ungu, mengingat aku sudah berhasil menaklukkan kue lumpur kentang. t'nyata jadi orang itu memang tidak boleh takabur, aku sedikit mengalami kesulitan ketika memasak kue lumpur ubi ungu. teksturnya yang sangan lembut dan ringkih membuatku harus ekstra hati2 ketika mengangkatnya dari loyang agar tidak hancur.

semua adonan kue lumpur sudah aku lahap habis (selesai aku masak). kami istirahat sebentar untuk makan siang sekaligus makan pagi ^^ aku pikir kerjaanku untuk memasak kue lumpur udah selesai dg ilmu yg kudapat hanya berupa cara memasak kue lumpu. tapi t'nyata tidak seperti pikiranku. kita masih harus membuat adonan kue lumpur untuk arisan nanti sore dan adonan yang akan aku buat adalah adonan kue lumpu ubi ungu, kue lumpur idolaku =D

selesai makan, aku bersama mba' dian membuat adonan kue lumpur ubi ungu. bahan2na adalah gula pasir, telur ayam, ubi ungu yang sudah direbus kemudian diblender dengan santan, tepung terigu, minyak goreng dan susu kental manis (semoga gak ada bahan2 yang ketinggalan y). setelah skian lama aku tidak memegang mixer (t'akhir megang SD lho), aku melakukan kesalahan dengan memencet tombol yg membuat alat pmutarnya copot dan jatuh mengenai adonan gula pasir&telur. ni smw karena penasaran bgt dg kgunaan tombol itu, walaupun sdkt malu tapi aku dapet ilmu ^^ otre, pekerjaan membuat adonan selesai dengan sempurna, selanjutna memasak kue lumpur.

kali ini aku disuruh memasak kue lumpur di loyang yg lebih besar. sempet deg2an juga c tapi ttp smangat. aku pasti bisa. sama dengan yg terdahulu, hal yang pertama harus aku lakukan adalah melaburkan loyang tersebut dengan minyak goreng. oy, api kompor gasnya juga jangan terlalu besar biar gak gosong. p'tama kali menyalakan kompor itu, kata ibu2 di dapur, apiku terlalu kecil jadi aku besarin sdkt. otre, kita berlanjut dengan memasak kue lumpur ubi ungu. setelah melaburkan minyak goreng ke loyang, aku segera memasukkan adonan ke dalam loyang karena aku pikir minyaknya sudah panas. selang beberapa menit kemudian, aku mencongkel bagian pinggir adonan tersebut dengan sutil mini untuk mengetahui kematangannya. dan ternyata, adonan tersebut lengket di loyangnya. aku mencoba ke kue lumpur yg lainnya, ternyata lengket juga. aku berusaha untuk tenang dan pelan2 mengeluarkan kue itu. akhirnya aku berhasil tapi tanpa sengaja aku menjatuhkan kue lumpur itu dan hancurlah bagian atas kue itu karena kue itu belum matang dengan sempurna. y sutralah, gagal satu kue g papa yg penting kue2 yang lain berhasil. dengan penuh kesabaran dan kehati-hatian, aku mengeluarkan kue lumpur lainnya dari loyang. Alhamdulillah hasilnya lebih baik dari yang pertama.

masakan yang kedua membuatku deg2an tapi aku berpikir bahwa yang pertama itu gagal karena kurang minyak dan loyang tersebut baru pertama digunakan jadi sisi2 loyangnya masih kering. oleh sebab itu, untuk yang kedua, aku benar2 mengoleskan minyaknya ke seluruh bagian sampai aku periksa berkali2 hingga aku benar2 yakin semua bagian loyang telah terlaburi. Alhamdulillah masakan yang kedua dan seterusnya berhasil.

karena selama seharian aku hanya berkutit dengan kue lumpur, jadilah aku dipanggil tukang kue lumpur sama ibu2 d dapur dan mereka bilang klo setiap hari aku ikutan masak di sini,  lama2 aku bisa jadi chef menggantikan chef Tatang yang meninggal itu. aku jadi tersandung =D

jadi inget, awalnya aku BT banget disuruh bantuin masak gara2 belum tidur semalaman tapi smw BTku terbayar dengan ilmu yang kudapat tentang cara membuat kue lumpur ubi ungu. smw hal yang terjadi di dunia ini memang ada hikmahnya, baik atau buruk tergantung pemikiran kita tapi bagiku ini hikmah yang baik ^^ btw, mau tau kue lumpur buatanku? karena kue lumpur yang ukuran besar udah abis jadi yang bisa difoto cuma kue lumpur ukuran kecil. ini dia hasil karyaku bersama mba' dian dkk ^^